Minggu, 26 April 2020

PENDIDIKAN DAN PELATIHAN VCT (VIRTUAL COORDINATOR TAINING) BATCH 6 YOGYAKARTA DIY Salah satu kegiatan pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan oleh SEAMOLEC adalah pelatihan VCT Batch 6 Yogyakarta. Pelaksanaan pelatihan ini dilakukan secara online atau daring. Daring BATCH 6 ini terselenggara berkat adanya kerja sama antara Kemendikbud, KKVI (Komunitas Koordinator Virtual Indonesia), dan Balai TekKomDik yang meliputi 6 region di DIY. Peserta yang terlibat dalam BATCH 6 ini meliputi guru-guru TK sampai SMA di seluruh wilayah DIY yang diampu oleh beberapa instruktur handal dalam bidangnya. Perlu diketahui juga bahwa pelatihan ini tidak dipungut biaya apapun. Adapun materi yang diberikan dalan pelatihan ini yaitu:
1. Pengenalan aplikasi Webex
2. Pemanfaatan fitur google drive, goggle form, google spreadsheet, google classroom
3. Publikasi dan narasi digital.
4. Pembuatan QR Code
5. Record vicon dengan berbagai aplikasi untuk merekam.
6. Storyline dan video pembelajaran
7. Mengelola Blog
8. Dan sebagainya
Di samping materi di atas, juga diberikan penugasan kepada peserta sebagai implementasi dari pelatihan ini. Di antaranya adalah tugas hmp (host, moderator, presenter) dalam seminar vicon yang dilakukan sesuai dengan jadwal yang dipilih peserta. Materi yang dipaparkan dalam vicon bebas sesuai dengan kemauan dan kemampuan peserta termasuk penggunaa
n aplikasi yang peserta kuasai untuk menampilkan presentasinya. Kejenuhan dalam pelatihan ini terobati dengan adanya bimbingan dan panduan dari para instruktur yang sabar mendampingi peserta baik itu secara mandiri maupun secara kelompok. Di samping dari arahan instruktur, dari peserta pun juga terdapat kerja sama saling berbagi ilmu dan dishare lewat media group sehingga wawasan semakin bertambah. Dalam pelaksanaan daring ini tentu tidak terlepas dari kendala yang ada antara lain:
1. Kendala perangkat komputer dari masing-masing peserta yang beragam misalnya support komputer lemah bahkan tidak bisa support, ada juga yang selalu ngehank jika terlalu lama pemakaian.
2. Signal untuk bisa koneksi ke internet lemah, sering juga tidak ada sama sekali karena cuaca atau mati listrik dan wilayah yang sulit terjangkau internet.
3. Kekurang tahuan peserta dalam memanfaatkan beberapa aplikasi dalam mengerjakan tugas. Adapun beberapa hasil yang dapat saya utarakan di sini adalah dalam melaksanakan tugas hmp dan pembuatan video pembelajaran


1. Permainan Tradisional di Era Gadget
Oleh: Endang Srie Wahjoenie, S.Pd.
Moderator: Ery Listyawati, S.Pd.
Host: Era Kurniasih, S.Pd.
Materi:
Indonesia kaya akan beragam kebudyaan yang unik dan menarik. Salah satunya memiliki beragam permainan tradisional yang berbeda di setiap daerah. Ada sekitar 2600 permainan  tradisional Indonesia yang biasa dimainkan oleh anak-anak dan dapat menjadi warisan budaya, serta  perlu untuk dilestarikan.
Kilas balik  ke masa kecil, kita pasti pernah bermain dengan berbagai permainan tradisional. Beberapa deretan dari 2 600 permainan tradisional Indonesia yang pernah kita mainkan saat kecil yaitu ada congklak, dhakon, lompat tali, engklek, gobag sodor, ular naga, benthic, bola bekel, gasing, dan lain sebagainya. Ada yang tanpa alat dan ada juga yang menggunakan alat .
Sedikit memberi gambaran dari permainan tradisional di atas seperti gasing yang merupakan mainan tertua di Indonesia yang menggunakan alat  dari kayu. Ketika berputar, gasing bertumpu pada satu titik di porosnya. Permainan gasing secara kompotisi dapat dibedakan menjadi 3 yaitu adu putar, adu bunyi, dan adu pukul. Cara memainkannyapun mudah tinggal melilitkan tali pada gasing lalu lempar gasingnya ke tanah. Gasing yang berputar paling lama akan menjadi pemenang.
Gobak sodor biasa dimainkan di lapangan dan memerlukan kekompakan dalam sebuah kelompok. Permainan ini berbentuk kotak yang biasanya ada 4 sampai 6 kotak. Terdiri dari 2 kelompok bermain. Ada kelompok penjaga dan kelompokyang harus meloloskan diri dari penjaga. Cara bermainnya kelompok penjaga berdiri di garis yang sudah ditentukan. Sedangkan lawan harus bisa masuk ke kotak dengan syarat tidak boleh ttersentuh oleh penjaga. Di atas dua contoh permainan tradisional dengan alat dan tanpa alat.
Nah, kalau kita perhatikan pada era yang serba digital ini, permainan tradisional mulai terbuka bergeser dan tergantikan oleh gadget. Anak sekarang lebih sering bermain gadget darpada melakukan aktivitas fisik di luar ruangan. Padahal manfaat dari banyak manfaat yang dapat diambil dari aktivitas fisik di luar ruangan. Apa saja manfaatnya?
Dilangsir dari Lingokids, anak-anak akan lebih gembira berinteraksi dengan teman-teman mereka ketika bermain game klasik atau permainan tradisional ini. Menilik dari pernyataan tersebut , Setidaknya dapat saya sebutkan 3 di antara manfaat yang bisa dirasakan sang anak dari permainan tradisional.
1.       Melatih kreativitas
2.       Dengan bermain mainan tradisional anak-anak akan selalu terus menikamati permainan tersebut yang terasa adalah melatih aktivitas fisik, ketrampilan social, kreatifitas, imajinasi, kompetisi.
3.       Merangsang kognitif
Merangsang pertumbuhan mereka baik fisik maupun intelektual. Otak atau daya piker anak akan lebih kreatif sebab mereka bermain saambil belajar dengan teman-teman sebayanya
4.       Banyak teman
Menambah banyak teman menjalin persahabatan sebab pada umumnya permainan tradisional melibatkan banyak anak sebayanyadan bisa dilakukan secara berkelompok.
 Dari ulasan di atasa bagaimana anak yang bermain hanya dengan gadget?
Lebih dimungkinkan anak bisa mempunyai teman yang tidak sebaya bahkan orang dewasa sehingga pengaruh positif si anak akan banyak teman dumay yang tidak tentu tingkat kedewasaannya. Bisa jadi si anak tembah dewasa dengan cepat. Sisi yang negative dari sisi perkataanpun akan mudah dimasukkan ke otak anak sehingga anak cenderung meniru.
Oleh karena di samping pengaruh positif dari gadget, untuk menangkal pengaruh negative dari permainan di dumay pada era gadget ini perlu diseimbangkan dengan permainan yang lebih natural dalam mendewasakan anak sekaligus menjaga kesehatan fisik anak.


2. ...Permainan Quartet bermuatan Karakter Building
KKVI didukung oleh TekKomdik DIT mempersembahkan VCT Batch 6 DIY
Bapak/ Ibu yang hebat, apa kabar hari ini? Semoga Bapak/Ibu dan kita semua selalu sehat dan dalam lindungan Allah SWT.
Bapak/Ibu hebat, dampak adanya teknologi yang positif dan negatif menuntut adanya pembentukan karakter yang bisa merengkuh siswa untuk lebih baik. Karakter harus dibentuk? Bagaimana caranya? Apakah harus dicekoki dengan kata perintah atau larangan. Adakah metode lain untuk membangun karakter tersebut terutama kepada anak? Anak identik dengan bermain. Selain tauladan yang bermakna dalam pembentukan karakter ini karakter dapat dibentuk dengan media permainan kartu. 


3. PERENCANAAN KEUANGAN KELUARGA

KKVI didukung TekKomDik DIY Mempersembahkan VCT Batch 6 DIY

Kondisi yang tidak menentu saat ini mengharuskan kita memiliki ketrampilan dalam mengelolo keuangan keluarga untuk menjaga kekokohan dan stabilitas keluarga, agar tidak terdampak dengan adanya perubahan-perubahan yang tidak bisa diperkirakaan seperti saat ini. Kami hadir untuk memberikan solusi cantik terhadap perekonomian.
Bagaimana perencanaan keuangan keluarga yang baik dapatkan solusi......







4. video pembelajaran

Tidak ada komentar:

Posting Komentar